Cyrus Network Usul Ridwan Kamil Gabung Partai Nasionalis, Ini Alasannya

- 16 Agustus 2022, 11:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diusulkan agar masuk partai, karena elektabilitasnya naik.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diusulkan agar masuk partai, karena elektabilitasnya naik. /Pikiran-Rakyat.com/Novianti Nurulliah/

 

YOGYALINE - Pendiri dan peneliti lembaga survei Cyrus Network, Hasaan Hasbi, melihat Gubernur jawa Barat Ridwan Kamil, masih berpeluang memiliki elektabilitas yang diperhitungkan.

Ia mengusulkan, agar Ridwan Kamil masuk dan bergabung dengan partai nasionalis, seperti Golkar, Demokrat atau Nasdem.

"Sebisa mungkin harus bergabung dengan partai, karena partai saat ini ingin yang jadi pemegang tiket itu dari kalangan partai, untuk menjaga marwah maka capres sebisa mungkin kader partai."

Hal itu disampaikan Hasan Hasbi dalam kanal Youtubenya, Selasa 16 Agustus 2022.

Baca Juga: Pengamat UGM : Naikkan Harga Pertalite, Turunkan Harga Petramax

Ridwan Kamil, menurut Hasan, seharusnya memanfaatkan elektabilitas dan popularitas yang dimilikinya, untuk berlaga di kancah politik di 2024.

"Sebisa mungkin harus bergabung dengan partai karena partai saat ini ingin yang jadi pemegang tiket itu dari kalangan partai untuk menjaga marwah maka capres sebisa mungkin kader partai," ucapnya.

Di sisi lain, yang menarik dari paparan Hasan Nasbi, gagasan agar jika Ridwan Kamil maupun anis Baswedan  keluar pusaran Capres 2024, mereka masih bisa meneruskan karier politik mereka kembali sebagai gubernur.

Keduanya bisa mencalonkan diri di tempat yang sama, bahkan bertukar tempat.

"Ridwan Kamil bisa jadi gubernur lagi karena baru satu periode, kalau bisa ke DKI Jakarta karena eksposure lebih luas. Karakter urban (Ridwan Kamil) ini bisa diwaspadai (pesaingnya)," katanya.

Ditambahkan Hasan, kedua gubernur tersebut belum redup jika akan kembali mencalonkan sebagai gubernur kembali.

Berbeda cerita dengan Ganjar Pranowo yang sudah dua periode menjabat sebagai gubernur. Peluang tersebut jika ingin menjadi gubernur lagi, di daerah mana pun di Indonesia.

Sebelumnya, Hasan mengatakan, popularitas Ridwan Kamil kini turut meningkat dalam pertengahan tahun ini. Pada bulan maret 2022 popularitas RK hanya 66.6 persen. Setelah itu pada Juli meningkat ke 84.7 persen.

"Elektabilitas sebelum bulan Juni itu baru satu digit, Maret baru 7,2 persen tapi akhir Juli itu 14,0 persen. Elektabilitas Ridwan Kamil mendekati Anis Baswedan. Anies terakhir 18 persen, RK mendekati," katanya.

Menurut dia, pada survei terbaru ini ada beberapa faktor yang membuat RK meningkat secara elektabilitas dan popularitas.

Salah satunya ada kaitan dengan simpati publik yang besar terhadap kehilangan putra sulungnya.

Namun, Hasan mengatakan, simpati publik yang besar atas peristiwa itu masih belum diuji secara pasti, apakah nantinya akan permanen atau hanya sementara. ***

Editor: Krisno Wibowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x